KEPINGAN
Mungkin aku terlalu berharap tinggi untuk melihat sempurna
Menutup rapat semua celah agar tak seorang pun menyadari
Berpura – pura tak ada sesuatu pun yang terjadi
Tetap bungkam, tak peduli
Namun rasa ini sungguh telah membuatku mati
Amarah, sakit hati, trauma, kesedihan yang tersembunyi, dendam, mimpi buruk yang berkepanjangan
Semua berbaur membakarku seperti api
Aku tak ningin kehilangan senyumanku, semangatku
Namun mereka terus saja menyeretku untuk berteriakbdan berusaha melepaskan keyakinanku
Luka ini sungguh menyayat
Sakit…
Tangis tak lagi bisa mengobati
Baru kusadari
Aku telah menjadi kepingan – kepingan tak beraturan
Berserakan, tersebar tanpa tujuan
Takkan pernah bisa kembali utuh…
Takkan pernah
Mari bersulang demi hidup yang telah kau hancurkan!
(Istanbul with love – epilog)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar